LAYARKU KUKEMBANGKAN
Langit sudah jingga, menandakan
hari ini akan berakhir saat kusadari berita yang kudapat. Antara nyata dan
tidak bagiku, namun kucoba cecahkan kakiku ke lantai ruangan 4x3 itu. terasa..
ini mengartikan nyata dan benar adanya. Kabar itu membuat hatiku limbung tapi
tak tentu arah. Melayang namun sesekali kembali merapat ke bumi. Perasaanku bagai
balon yang berisi karbon dioksida, tidak bisa terbang jika tidak aku yang
menggamparnya.
Berulang kali kutatap layar
laptop, tetapi hasilnya masih sama. Kelulusan
itu... kubertanya pada diri ini. Reaksi apa yang seharusnya kuberi. Apakah kuharus
berbahagia dengan kabar ini? Namun bagaimana dengan tugasku? Tugasku belum
selesai, tapi... di depan mata sudah ada kewajiban lainnya. Kewajiban yang aku
sebabkan, kewajiban yang aku upayakan, kewajiban yang selalu
kusemogakan. Tapi.. tapiku masih ada di hati. Akankah perjuanganku sebelum ini
menjadi kesia-siaan?
Dering telpon membuyarkan
pertanyaan-pertanyaan pada diri. Ucapan selamat dan kebahagiaan dari seberang
sana membuatku semakin bingung reaksi apa yang harus kutunjukkan, dengan
perintah dari seberang sana akhirnya kutersadar, aku bersujud tanda
kesyukuranku pada-Nya atas apa yang kudapati hari itu.
Detik itu kusadari ini akan menjadi awal
cerita baru bagi diriku, awal kewajibanku yang
harus kuselesaikan pada negara. Di cermin, ku tatap diriku dalam-dalam. Wanita pucat
ini harus meluruskan niatnya. bukankah ini juga bagian dari perjalanan ilmuku? layarkupun kukembangkan, menandakan bahwa
perjalananku di samudera ilmu harus terus kulanjutkan.
Komentar
Posting Komentar